Rabu, 18 November 2009

PMB KMK-UPI 2009


Agustus, bulan dimana para calon mahasiswa baru dari berbagai sekolah menengah berdatangan menuju UPI untuk melakukan registrasi. Sementara itu, sebagian para anggota KMK sibuk mendata para mahasiswa dari tiap jurusan untuk mencari MaRu yang beragama Katolik.

Sabtu, 3 Oktober 2009 yang lalu panitia PMB berkumpul dibelakang isola untuk menyambut MaRu dan memulai acara PMB dengan _Robby sebagai koordinator acara sekaligus MC sibuk mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan acara bersama Ira, Inez dan Febri. Namun, Valent selaku PJ datang agak terlambat, pukul 7.00, karena ada gangguan (bangun kesiangan, hahahahaha). Untungnya acara belum dimulai sama sekali, karena tamu undangannya sendiri pun masih banyak yang terlambat. Sesuai kebiasaan nenek moyang , acara yang direncanakan mulai pukul 7.00, akhirnya pukul 8.00 baru dimulai (hahahahaha).
Donny, koordinator dokumentasi, mulai beraksi dengan kameranya untuk mengambil gambar sebagai kenang-kenangan bersama konco-konconya. Acara pun dimulai walaupun MaRu yang datang hanya 10 orang. Hal itu tidak menyurutkan niat para panitia untuk menyukseskan acara PMB ini sesukses-suksesnya. Berbagai ekspresipun tertangkap oleh kamera sang dokumentasi, semuanya asyik menari dan bernyanyi. Setelah dirasa cukup pemanasannya maka dimulailah plonco yang sebenarnya,,,eits tunggu dulu bukan plonco yang seperti anda bayangkan lho.
Para MaRu yang sudah dibagi menjadi 3 kelompokpun diberi arahan menuju pos-pos yang sudah menanti dengan tantangannya masing-masing yang akan berakhir di Pondok Hijau (PH). “Kak, tracknya buat cape banget.” Begitulah komentar yang keluar dari bibir-bibir mungil para Maru yang imoet-imoet dan lucu itu. “Yah, ini masih belum apa-apa dek,,,tahun lalu tracknya lebih parah. Lagipula anggap saja ini pemanasan untuk PAB ntar karena tracknya jauh lebih menantang lho”, hibur kakak-kakak KMK UPI yang manis dan seksi-seksi.
Akhirnya, tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu makan siang. Sesuai adat KMK UPI, cara makannya pun ngeriung rame-rame. Ternyata Tuhan juga tidak mau tinggal diam, selesai makan Tuhan memberkati para KMK’ers dengan hujan. Terkejut, semuanya pun berlarian menuju Gymnasium UPI untuk berteduh. Acarapun ditutup dengan menari dan bernyanyi bersama-sama eits,,,jangan lupa foto-foto juga. Kakak-kakak panitia pun merasa puas dan mengundang para adik-adiknya untuk kembali ikut bersenang-senang di PAB KMK UPI. Trims buat semua panitia yang telah terlibat, semoga Tuhan membalas 10 kali lipat bahkan lebih kebaikan kalian semua.
Welcome to all of our brothers and sisters…
(Valentina)

Ordinary Choir


........
Jiwaku ingin bernyanyi…serta tubuhku menari-nari
........
Teman-teman KMK’ers, KMK UPI punya kelompok koor namanya ORDINARY CHOIR. Ordinary Choir merupakan wadah bagi teman-teman KMK yang punya bakat dan hobi bernyanyi untuk berlatih bersama dan pada akhirnya tampil bersama memuji dan memuliakan Allah dalam perayaan misa dengan lagu-lagu Ordinarium.
Secara resminya, Ordinary Choir yang biasa disingkat dengan OC mempunyai 2 orang pelatih yang cukup peduli akan anak muda yaitu Oom Frans dan Bang Ferdy yang cukup lama berkutat di bidang tarik suara gereja. Mereka tidak segan-segan membagi semua ilmu yang mereka miliki untuk kemajuan OC. Dengan karakter yang berbeda mereka selalu berusaha terus menyokong dan menyemangati para Ordinarian.
Mereka tidak pernah mengecam suara fals ataupun salah nada asal serius dan mau berusaha.
Diketuai oleh Natalia’06, OC sendiri sudah mulai dikenal baik dikalangan ataupun di luar Gereja St. Laurentius seperti GEMA dan Gereja di Buah Batu. Tidak terasa sudah 1 tahun OC melanglang buana, dan untuk memperingati 1 tahun perjuangan OC, anak-anak Ordinarian ingin merayakannya.
Kepada seluruh anak-anak KMK UPI terutama yang pernah telibat dengan OC diundang untuk datang pada peringatan ultah OC pada tanggal 24 November pk.17.00 di GeMa Jln. Sultan Agung. Tiada kesan tanpa kehadiranmu, guys!(VL)

R@LLY K!TAB SUC1 KATEDRAL

Rally? Gimana caranya Rally (balapan) dengan Kitab Suci? Hal ini terdengar asing di telinga para KMK’ers yang mendapat undangan dari Gereja Katedral. KMK’ers dengan dimotori oleh sang Ketua-Intan sendiri tetap maju walaupun dengan kebingungan yang amat sangat karena sesuai dengan motto KMK kita “apapun yang terjadi kita tetap keluarga”, lho gak nyambung ya?hahaha… Padahal ada niat lain tuh, selain gratis siapa tau ja dapat kenalan baru yang bening, kan lumayan…wkwkwk tetep ngarep.
Dengan wajah yang ngantuk-ngantuk gimana gitu, KMK’ers yang bersedia untuk memenuhi tantangan eh ajakan dari Katedral tersebut tetap berkumpul di depan KopMa. Pada pukul 06.00 berbekal Alkitab dan berbaju Putih lengkap dengan candaan “Menghina dalam Kasih” para pejuang kita yang terdiri dari Ucup, Intan, Valen, Ira, Robi, Jhonson, Winda, Corry, Restu, Wawan, Kristoporus, Lia, Samuel, Andri dan Febri pun berangkat menuju Sekolah St. Angela, eh ada yang kelupa, Tini. Setelah di beri pengarahan dari panitia acara di halaman St. Angela dan foto-foto pra-“perang” alias narsis, pukul 07.00 KMK’ers diangkut ke Dago tempat acara dilaksanakan.
KMK UPI yang sudah dibagi menjadi 3 kelompok pun tetap menjadi biang keributan eh maksudnya biang keramean. Pukul 08.00 acara dimulai ternyata yang namanya Rally itu sama seperti Lomba Lintas Alam namanya aja yang diganti biar menarik,,hm…panitia yang kreatif…Lanjutkan! Semuanya pun sangat bersemangat, ada 6 pos yang harus didatangi, Pos Yerusalem, Nazaret, Kapernaum, Yerikho, Galilea dan Betlehem. Walaupun konteksnya lomba dan terbagi menjadi 3 kelompok tetapi KMK UPI tetap kompak. Untuk mencari lokasi semuanya saling bekerjasama saling SMS dan telepon (selagi gak dilarang, ya gak?!), menang-kalah gak penting yang penting jadi yang pertama hahaha…(mengutip motto ibu ketua kita). Setelah cape keliling-keliling daerah di Palestina akhirnya para KMK’ers berkumpul lagi dan beristirahat bersama sambil foto-foto di pos terakhir yaitu Yerusalem.

Cuaca yang mendukung dan pemandangan Dago yang indah merupakan perpaduan yang sangat sempurna untuk menjalin relasi. KMK’ers pun kenalan dengan peserta lain sampai-sampai sangkin nge-fansnya mereka minta foto bareng dan tanda-tangan (yang terakhir suer…suer bohongnya). Selesai foto bareng kita kumpul lagi di tempat start, makan siang mengenalkan diri, berbincang-bincang sedikit dan akhirnya pulang. Hari yang cukup melelahkan namun menyenangkan meskipun KMK’ers tidak ada yang menang (sepertinya penguasaan KMK UPI akan Kitab Suci perlu di evaluasi nih...). Lagi-lagi thanks kepada mereka yang telah mengharumkan nama KMK UPI di kancah Keuskupan Bandung. Friends, jasa-jasa mu akan selalu terpatri di hati seluruh umat manusia…(HUH…..LEBAY!) Keep Spirit ya…Yang lain? Jangan mau kalah.

Give ur best to our beloved KMK!

Lomba Bulan Kitab Suci

Liburan semesteran memang dinantikan para Kmk’ers, apalagi bagi yang mudik. Nah, Kmkers yang tidak pulang kumaha cerita na? Oh, ternyata pada aktif di Gereja Laurentius. Seperti Minggu, 6 September 2009 lalu Kmk’ers UPI pada nongol di Lap. St. Aloysius, ituloh sekolah di sebelah Gereja Laurentius. Ngapain ya mereka?

Owh..ternyata mereka jadi panitia LBKS Laurentius yang memang setiap tahun diadakan oleh Gereja St. Laurentius untuk memperingati Bulan Kitab Suci. Kali ini Sie. K2S (Kerasulan Kitab Suci) Laurentius merangkul KMK untuk menjadi panitianya. Dimulai dari KMK UPI karena untuk sekarang yang paling exist di Laurentius adalah Orang Muda dari KMK UPI. Hidup KMK UPI!!!
Dari pukul 06.00 pagi KMK’ers sudah bersiap-siap. Setelah diawali dengan doa bersama para panitia LBKS, acarapun dimulai pada pukul 07.00, semua panitia yang sudah di bagi job desk nya pun berkutat dengan tugas masing-masing. Ada yang sibuk membagi snack, ada yang di bagian pendaftaran, ada yang menjadi MC dan menjaga di belakang panggung serta ada yang menjaga pos masing-masing.

Semua panitia yang jumlahnya kurang lebih 30 orang, terlihat menikmatinya walaupun di bawah pengawasan mata elang sang ketua panitia LBKS yaitu Iranita, KMK UPI’07, perwakilan K2S-Mas Yudhi- dan Diakon Sigit. Acara selesai pada pukul 12.00. Walaupun pada awalnya ada berbagai kesulitan dan hambatan (maklum pertama kali menjadi panitia LBKS jadi sedikit nervous,,hehehe…) namun akhirnya dengan rahmat Tuhan LBKS bisa selesai dengan damai. Wajah-wajah KMK’ers yang memang sudah cantik dari sononya ini semakin bersinar karena terkena sinar matahari, eh bukan, karena memakai ponds, apaan seh?, yang benar semakin bersinar karena puas telah melaksanakan tugas dan berakhir dengan sukses.
Two thumbs up buat semua KMK’ers yang menjadi panitia LBKS yang telah mengharumkan nama KMK UPI di mata umat Laurentius. Terutama bagi para koordinator yaitu Blasius (Sie. Acara), Samuel (Sie. Pembuat Soal), Wawan (Sie. Sponsorship), Stalin (Sie. Logistik), Yakobus (Sie. Keamanan), Donny (Sie. Konsumsi) dan Parnandes (Sie. PubDok), juga untuk Sekretaris yaitu Suryono, dan Lisna sebagai Bendahara yang telah bekerja keras dari awal sampai akhir.

U’re the best, man!!!

VL

Jumat, 01 Mei 2009

Paskahan KMK UPI 2009

Pertandingan Olahraga KMK UPI
Voli

Dengan pakaian tempur warga KMK UPI siap menyongsong pertandingan olahraga apapun yang akan diadakan. Hari ini pertandingan voli antar angkatan. Pertandingan pertama adalah putra 2007 vs 2005. Dimana pertandingannya berjalan lancer dan pemenangnya adalah putra 2007. Pertandingan kedua adalah pertandingan putrid 2006 vs 2008. Semuanya pada deg-deg an mengingat para wanita yang biasanya lemah-gemulai ini bertanding voli! Apa Kata Dunia? Ada yang tidak bisa servis, ada yang tabrakan sendiri, malah ada pemain yang sambil minum kopi, lho? Ya iyalah wong bolanya mati-mati di servis…

Di sini kelihatanlah mana yang memang atlet nasional, mana yang menyamar jadi atlet nasional dan mana yang punya bakat cheerleader. Hambatan yang kita alami yah seperti biasa kurangnya personil di suatu kelompok terutama kelompok 2005-alumni. Kita tahu kakak-kakak kita ini semuanya sudah punya kesibukan sendiri ada yang mempersiapkan skripsi, PPL, Gawe dan sebagainya. Oleh karena kekeluargaan kita mengambil keputusan bahwa biarpun kelompok 2005-alumni hanya satu orang yang hadir, pertandingan tetap dilaksanakan. Dimana pemain dari kelompok lain membantu dengan syarat di setujui oleh pihak lawan. Akhirnya, pada pertandingan voli didapatkanlah pemenangnya yaitu tim putra 2007 dan tim Putri 2005-alumni sebagai juara I untuk pertandingan voli.


Futsal
Hujan dengan derasnya menguyur bumi sore itu tetapi tidak menghentikan langkah para KMKers untuk datang ke teater terbuka. Di sana para sie. Olahraga Paskah KMK UPI telah siap menanti kedatangan para pemain skala internasional ini. Walaupun ditonton oleh hujan, para pemain tidak bergeming semuanya tetap mengeluarkan semangat yang menggelora, bekerjasama dan saling mendukung tim masing-masing. Pertandingan para lelaki tampan pun selesai dengan aman tentram.

Dan lagi-lagi yang dikhawatirkan adalah pertandingan para putri-putri jelita KMKers. Tidak salah lagi pertandingan futsal putri memang paling rame karena “rame jatuhnya”, “rame salah opernya”, “rame teriakan ‘AU’ nya” serta “rame peluit OUT nya”. Sampai-sampai wasit lelah meniup peluit karena offside terus (maklum atuh, Sit namanya pemain dadakan!). Semuanya berjalan sesuai rencana kecuali tragedi pingsannya saudari kita Winda’06 karena laga dada (ups sensor! Jangan ada yang nge-res ya!) dengan saudari Odilia’07. Pertamanya sih semuanya pada gak ngeh putri yang satu ini mau pingsan karena dia masih bisa menebarkan senyum yang sangat manis dengan melambaikan tangan pula seperti Miss Universe 2050 (siapa yang percaya coba ada orang yang mau pingsan pasang aksi dulu?!).Tetapi karena Winda gak bangun dan wajahnya menjadi pucat pasi, semuanya langsung panik dan pertandingan sempat terhenti sebentar. Puji Tuhan selain peristiwa Winda tidak ada lagi peristiwa yang Krusial dalam pertandingan olahraga ini. Dan pemenang untuk pertandingan futsal adalah tim 2008 untuk putra dan putrid. Memang hebat anak-anak muda sekarang, ya! Lanjutkan anak Muda!


Liputan Ngamen
Para sie. Danus Paskahan pada pusing nih karena uang yang tersedia sepertinya belum mencukupi untuk biaya-biaya paskah nanti. Akhirnya setelah berunding sana-sini kita putuskan untuk mengamen lagi. Sebelumnya, mereka sudah berusaha menjual coklat dan es batangan. Panitia dari sie. yang lain dan KMKers menyatakan dukungannya dan menyatakan akan ikut serta. Maka rabu malam (08/04) semuanya pun berangkat dengan mobil pribadi KMK yang berwarna hijau bertuliskan “Kalapa-Ledeng”. Semuanya semangat ’45 untuk menyukseskan ngamen kali ini. Dari ngamen ini kita pun mendapat hasil Rp.230.000 memang tidak banyak tapi cukup membantu. Lagipula disini kita tidak hanya melihat uangnya saja (walaupun uanglah tujuan utama kita) tetapi kebersamaan dan kekompakkan yang semakin erat antara pengamen ehh salah antara KMKers yang ngamen. Bagi teman-teman yang mau ikut ngamen masih open recruitmen, lho. Silahkan aja mengajukan diri ke Ketua KMK kita atau sie. danus KMK UPI. Tuhan Memberkati ^_~


Liputan Ordinary Choir
Haleluya Haleluya Haleluyah. For the Lord God omnipotent reigneth Haleluyah Haleluyah. Kmkers yang tergabung dalam Ordinary Choir begitu semangat menyanyikan lagu-lagu yang akan ditampilkan perdana didepan khalayak Laurentius pada minggu Paskah (12/04). Berhubung nantinya kita akan tampil diperayaan yang paling besar dan diiringi oleh orchestra semuanya pun berlatih mati-matian sampai “jatuh-bangun”, “tenggelam-timbul” dan bercucuran keringat darah (kayaknya lebay, ya?). Akhirnya tiba saat tampil semuanya pada tegang karena deg-deg an bernyanyi di depan Altar. Lagu demi lagu pun selesai dan sampai pada lagu terakhir. Dan umatpun bertepuk-tangan. Para Ordinarian merasa bangga dan sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menguatkan mereka. Ternyata di balik layar banyak umat yang bertanya-tanya ingin tahu choir tadi berasal dari mana. Walaupun nebeng nama SLCO tetapi kita tetap bangga karena sebagian besar adalah para Ordinarian yang tidak lain dan tidak bukan adalah KMKers sendiri. Teruslah berkarya para Ordinarian… Nah, promosi lagi nih bagi yang mau ikut bergabung dengan Ordinary Choir kesempatan selalu terbuka, lho. Hubungi saja saudari Natalia’06.

*_^

Sabtu, 28 Maret 2009

Liputan di Kuningan

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, Itulah asas manfaat yang dipegang teguh oleh beberapa KMK’rs saat pergi ke Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu Minggu, 21-22 Maret 2009. Mereka pergi dengan tujuan utama adalah untuk Penghiburan dan solidaritas KMK kepada Valent ’07 yang baru saja kehilangan ayahandanya yang baru meninggal dunia dan untuk menjenguk Angga ’05 yang dirawat di rumah sakit karena Demam Berdarah. Alasan lainnya adalah untuk berziarah Jalan Salib di Gua Maria Cisantana.
Sabtu pagi menjelang siang, tepatnya pukul 11 siang, rombongan KMK yang dipimpin oleh Indra ’07 berangkat dari gerbang atas UPI menuju ke Kuningan dengan menggunakan angkot Kelapa-Ledeng. Weeitss… nae angkot ke Kuningan?? Ya engga lah, mereka nyarter angkot buat pergi ke daerah yang namanya Jamika, tempat ngetem mobil ELF, yang bakal membawa rombongan KMK ke Kuningan.
Selama perjalanan inilah, masing-masing anggota rombongan keliatan aslinya: Indra07 yang nempel mulu sama kernet ELF, pengen ngelamar jadi assisten ya?!?; Rian’08 & Martha’06 yang pada diem, terpesona sama mang Sopir; Andri’08 yang sibuk nyari kantong kresek hitam..buat apa? tanyalah sendiri..hehe…; Intan’06 yang ‘Tidur’ selama perjalanan; Narto’07 yang sibuk nyari makanan, Flo ‘07 yang ribut nawar tahu sumedang,, ckckck...udahlah Flo, kalo mau murah, cium mangnya..; Bang Romel yang sibuk mikir ntar disuguhin makanan apa ya di rumah Indra,,hehe…’-^ ; Riris’06 yang sibuk sama MP3nya, Nina’06 yang sering disumpel mulutnya karena kata Indra suaranya kayak radio rusak..kurang ajar!!; Epi’07 yang tertindas karena senioritas cewe2 ‘06 hehe..gpp lah Pi, siapa suruh cuma elo cewe ‘07 yang ikut.. Ayo anak07 yang lain, klo merasa kasian sama Epi, ikut terus acara KMK!!!; next ada Uun’07 yang mikir bakalan selamet sampai rumah Indra ga? Secara Sopir ELF, nyopirnya kaya sopir metromini di Jakarta…hehee.. the last, Lani’06 yang terus mikirin sang ‘Papa Patris’, di Bandung lagi ngapain ya… hehe…hanya Tuhan yang tau, Lan..!
Rombongan KMK tiba di rumah Indra jam5 sore dengan sambutan hangat Bang Juve, Dimas’05. Setelah mandi dan makan sore, rombongan bergegas ke rumah Valent untuk menghadiri ibadat Rosario. Setelah berbicara ‘berpatah-patah’ kata dan memberi penghiburan kepada Valent dan Keluarga, rombongan plus Bang Aman’04, Ipan’08, Robert’08 berpindah haluan ke rumah Robert’08 untuk menyambut suguhan makan malam yang telah disediakan keluarga Robert dan rombongan sepakat untuk menginap agar dapat jalan salib di Gua Maria Cisantana, karena lokasinya yang berdekatan.
Hari kedua di Kuningan yang merupakan hari terakhir bagi rombongan KMK, diawali dengan kegiatan Jalan Salib di Gua Maria Cisantana yang dimulai pada pukul 8 pagi waktu setempat dan setelah kurang lebih 2 jam, rombongan kembali ke rumah Indra, dimana barang2 rombongan disimpan. Setelah makan siang di rumah Bang Juve dan bersih-bersih terakhir, rombongan KMK pergi ke rumah Angga. Tenyata Angga hari itu sudah dapat pulang ke rumah. Walaupun dengan kondisi lemas, Angga terlihat gembira lho saat rombongan datang. Ehm..memang kedatangan rombongan KMK selalu mendatangkan kegembiraan bagi setiap orang.. hehee… Setelah hampir 1 jam beramah-tamah di rumah Angga, Mobil Elf carteran KMK datang.. segeralah rombongan bergegas masuk ke mobil dan Bandung!!! Let’s go Home!!
***
Perjalanan pulang yang dikira adem ayem, ternyata sebelas dua belas dengan saat berangkat.. Memang ya, sopir2 Elf ini kayaknya punya nyawa 14 kali.. nyopirnya itu loh… ga nahan!!! Mw jadi pembalap tapi ga kesampean kayaknya..’-^. Untuk mengatasi keadaan yang mencekam, Intan, Nina, Lani, Narto,Uun, Indra, Flo n Bang Romel berinisatif untuk mengeluarkan suara-suara emasnya, dari lagu anak: naik ke puncak gunung,dll; lagu perjuangan berkibarlah Benderaku,dll; album KangenBand, Kerispatih, Ungu,dll sampai lagu daerah masing2: Alu Siau, Sagalas..mereka nyanyikan dengan semangat45… dan baru berhenti setelah ada adzan magrib..
Akhirnya pukul 19.00, mobil Elf rombongan KMK sukses melewati gerbang bawah UPI, yang berarti rombongan sudah tiba kembali di Bandung. Demikian sekelumit pengalaman beberapa KMK’rs yang dapat disajikan, semoga dapat menjadi inspirasi dalam menumbuhkan rasa solidaritas diantara KMK’rs.. Itulah gunanya ‘Keluarga’. Jangan hanya saat senang saja kita bersama, saat sedih dan duka pun kita akan selalu ada..Go KMK!!
Tidak lupa, kepada keluarga Indra, Valent, Robert, Angga, Juve yang sudah bersusah-susah menampung dan memberi makan rombongan KMK, kami ucapakan banyak terimakasih. Semoga Tuhan membalasnya.. Tuhan Menberkati.

SELAMAT JALAN IBU MARIA

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu...

Mungkin bait awal lagu Peterpan tersebut menjadi satu ekspresi perasaan Pak Beni Karyadi, atas berpulangnya istri tercinta Ibu Maria ke pangkuan Allah Bapa di surga. Pak Beni, guru agama katolik mahasiswa UPI ini tentu sudah akrab dengan kita anggota KMK UPI, begitu juga almarhum istrinya yang sebelumnya berada dalam perawatan medis karena sakit tertentu.

Berita duka cita ini sampai ke telinga KMK pada hari selasa, 24 Maret 2009 pagi hari. Karena saat itu bertepatan dengan hari kuliah, anak-anak KMK hanya bisa kumpul di sore hari sekitar pukul 17.00. Setelah beberapa sumbangan belasungkawa terkumpul, anak-anak KMK pun berangkat menuju rumah duka Nana Rohana. Perjalanan menuju rumah duka itu ternyata tak semulus yang dikira, dua angkot jurusan ST.Hall-Lembang yang dicarter sempat nyasar ke tempat lain. Akan tetapi akhirnya kita bisa nyampe di tempat yang tepat.

Setibanya di sana, memberi salam pada pak Beni dan keluarga merupakan hal yang paling didahulukan yang kemudian disusul dengan ibadat doa singkat dari KMK. Beberapa saat kemudian umat lingkungan Cipaku tiba dan mengadakan misa malam terakhir sebelum pemakaman. Kita pun ikut serta dalam misa tersebut. ”Dan untuk mereka yang mati dalam rahmat Kristus, kematian adalah "keikut-sertaan" dalam kematian Kristus, supaya dapat juga mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya,” begitulah kira-kira pesan yang hendak disampaikan dari ibadat ini. Sekitar pukul 21.00 WIB kita pun berpamitan dari keluarga besar Pak Beni dan kembali menuju rumah masing-masing. wita